free hit counters
 

Viral! Kisah Mantan Pendeta Jadi Mualaf karena Surat Ali Imran

Viral! Kisah Mantan Pendeta Jadi Mualaf karena Surat Ali ImranKisah mantan pendeta menjadi mualaf viral di media sosial. Pria bernama KH Rohmat Hidayat alias Mathius itu menjadi mualaf karena surat Ali Imran. Foto/YouTube.

eramuslim.com – Kisah mantan pendeta  menjadi mualaf  viral di media sosial  . Pria bernama KH Rohmat Hidayat alias Mathius itu menjadi mualaf karena surah ali Imran  .

Kyai Rohmat menceritakan awal mula memutuskan menjadi mualaf. Saat itu ia merupakan seorang pendeta, misionaris dengan cara membangun gereja, rumah sakit hingga menolong umat lain agar memeluk keyakinannya saat itu.

Suatu hari Kyai Rohmat mendengar adzan Subuh dan merasa aneh. Ia bertanya-tanya mengapa adzan subuh terasa aneh karena ada tambahan kalimat “Ash-shalaatu khairum minan-nauum”.

Karena rasa penasarannya yang besar, akhirnya ia bertanya kepada seorang ustaz di salah satu kota di Jawa Barat. Kyai Rohmat mempertanyakan mengapa suara adzan subuh terasa aneh dan ada tambahan kalimat “Ash-shalaatu khairum minan-nauum”.



“Beliau memberikan jawaban kepada saya, lebih baik salat daripada tidur,” kata Kyai Rohmat dikutip dari kanal YouTube Islam Trending TV, Kamis, 30 September 2021.

Namun Kyai Rohmat bukannya mendapatkan rasa simpati, malah rasa bencinya kepada Islam semakin besar. Hal itu karena ia merasa iri pada orang Islam yang rela meninggalkan tidurnya demi beribadah di pagi buta.

Kemudian ustaz tersebut memberikan sebuah Alquran dan terjemahannya kepada Kyai Rohmat. “Kata beliau kepada saya ‘ini untuk bapak pendeta kalau memerlukan. Tapi kalau tidak tolong kembalikan’,” ujar Kyai Rohmat.

Tapi saat itu Kyai Rohmat tetap menerimanya, dan membawanya ke kontrakannya. Sebelum membuka Alquran, ia memperlihatkan kepada anggotanya dan mereka menertawakan Alquran tersebut.

Meski demikian, Kyai Rohmat tetap ingin membaca Alquran meski belum bisa membaca tulisan Arab dan hanya memahami maknanya. Sebelum membukanya, ia merasa ragu, dan bingung harus memulai dari mana.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Dakwah Mancanegara Terbaru