free hit counters
 

Hamas Serukan Aksi Hari Kemarahan untuk Dukung Tahanan di Israel

Redaksi – Jumat, 10 September 2021 16:30 WIB

Eramuslim.com – Faksi-faksi Palestina, termasuk kelompok Hamas, menyerukan aksi hari kemarahan untuk mendukung para tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel.

A woman holds a Palestinian flag during a protest calling for lifting the Israeli blockade on Gaza and demanding the right to return to their homeland, at the Israel-Gaza border fence in Gaza October 19, 2018. REUTERS/Mohammed Salem

Seperti dilansir Xinhua News Agency, Jumat (10/9/2021), anggota komisi eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Wasel Abu Yousef, menuturkan kepada wartawan di Ramallah bahwa semua faksi di Tepi Barat dan Gaza sepakat menetapkan hari Jumat (10/9) sebagai hari kemarahan.

“Jumat akan menjadi hari konfrontasi dengan tentara Israel di pembatas jalan dan pos pemeriksaan dalam solidaritas dengan para tahanan dan untuk menolak pelanggaran tiada akhir terhadap hak-hak mereka,” cetus Yousef.

Di Gaza, kelompok Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ) menyatakan dalam pernyataan terpisah bahwa mereka juga menyerukan warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur untuk bergabung dalam aksi hari kemarahan pada Jumat (10/9) waktu setempat.

Juru bicara PIJ di Gaza, Taqir Selmi, menyatakan bahwa kelompoknya menyerukan seluruh warga Palestina untuk terus menjaga kemarahan dan konfrontasi di wilayah Palestina.

Pada Senin (6/9) waktu setempat, enam tahanan Palestina berhasil kabur dari penjara Gilboa yang memiliki pengamanan ketat di Israel. Mereka dilaporkan menggali terowongan di lantai sel tahanan mereka dengan sendok berkarat.

Otoritas Israel mengerahkan sejumlah pesawat tak berawak atau drone, melakukan pemeriksaan keamanan di jalanan dan mengerahkan pasukan ke wilayah Jenin, Tepi Barat, yang menjadi kampung halaman kebanyakan tahanan yang kabur.

Namun upaya-upaya itu tidak membuahkan hasil.



Pada Rabu (8/9) waktu setempat, pasukan keamanan Israel malah menangkap enam kerabat dari para tahanan yang kabur, yang memicu kemarahan warga Tepi Barat.

“Menahan seseorang untuk memaksa kerabatnya melakukan sesuatu merupakan taktik bergaya mafia,” sebut Direktur Human Rights Watch (HRW) untuk wilayah Israel dan Palestina, Omar Shakir, mengomentari penangkapan kerabat para tahanan itu.

Untuk menyelidiki lebih mendalam soal kesalahan yang memampukan enam tahanan Palestina itu kabur, pada Jumat (10/9) waktu setempat, otoritas Israel membentuk komisi penyelidikan yang dipimpin pensiunan hakim Israel.

Penyelidikan disebut fokus kegagalan intelijen Israel dalam membongkar rencana kabur para tahanan itu. [Detik]

Berita Palestina Terbaru