free hit counters
 

Jenderal Dudung, dan Tausiah Tak Bersandar

Redaksi – Senin, 29 Rabiul Akhir 1443 H / 6 Desember 2021 14:10 WIB

Ganti Profesi

“Iman taklid, ada iman ilmu, ada iman iyaan, ada iman haq ( haqqul yakin), dan iman hakikat. Oleh karena itu, banyak sebagian dari orang Islam sering terpengaruh katanya hadis ini, hadis itu, kata Nabi Muhammad SAW. Oleh karenanya jangan terlalu dalam, jangan terlalu dalam mempelajari agama,” ujar “Ustadz” Dudung, Minggu (5/12).

Sepotong tausiahnya, khususnya “jangan terlalu dalam mempelajari agama”, menimbulkan geger di media. Jika tidak media mengangkatnya, maka narasi yang disampaikan itu hilang menguap begitu saja.



Media memang akrab acap mengangkat hal yang kontroversial, dan itu menjual. Meski berita yang disajikan itu kualitasnya nol dalam hal edukasi apalagi pencerahan pada pembacanya.

Tidak penting. Berita makin kontoversial dan apalagi dari pejabat tinggi sipil atau militer, dipastikan akan makin menjual. Punya daya geger yang lebih dahsyat.

Maka Jenderal Dudung, tidak seperti jenderal-jenderal sebelumnya yang irit bicara, atau jika bicara hanya pada tupoksinya saja. Dan itu kurang menjual.

Maka, ia memilih hadir terus dalam pusaran pemberitaan. Karenanya, ia akan memproduksi narasi-narasi tidak biasa.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3Lihat semua

Opini Terbaru