free hit counters
 

Kerap Dituduh Gubernur Intoleran dan Pro Radikal, Anies: Demi Akal Sehat, Coba Buktikan!

Redaksi – Kamis, 18 Rabiul Akhir 1443 H / 25 November 2021 15:10 WIB

eramuslim.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menanggapi segala tuduhan yang kerap dialamatkan kepadanya jelang Pilkada DKI Jakarta pada 2017 lalu, hingga saat ini menjabat sebagai orang nomor satu di DKI.

Tuduhan yang dimaksud terkait radikalisme, ektrimisme hingga tidak toleransi kepada minoritas di Jakarta.

Anies Baswedan mengatakan, tuduhan-tuduhan tersebut boleh-boleh saja sebab itu merupakan buah pikiran orang yang tidak bisa dikendalikan.

“Kita ini tidak bisa ngatur pikiran orang. Yang cuma bisa diatur itu hanya tindakan. Negara juga cuman bisa gitu, mengatur tindakan. Tapi pikiran dan perasaan ngga bisa diatur. Jadi semua orang boleh berpikiran,” ujar Anies Baswedan dikutip Podcast Deddy Corbuzier di kanal YouTube, Kamis (25/11/2021).



Anies mengatakan, semua tuduhan itu tidak perlu dia dijawab dan tidak bisa dia bantah karena tidak mempunyai bukti untuk membela diri.

Tetapi setelah dirinya terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta dan telah bekerja selama 4 tahun berjalan, Anies meminta pihak yang menuduhnya untuk membuktikan tuduhan itu.

“Jadi ini saya sudah berjalan di Jakarta ini 4 tahun, jadi kalau (tuduhan) Gubernur ekstrim, radikal, tidak menghormati agama lain, kemudian tidak menghargai minoritas, dulu saya ngga bisa jawab. Karena kalau saya jawab A, maka itu ngga punya buktinya. Saya dituduh B, saya jawab saya bukan B, dari mana buktinya,” ucap Anies Baswedan.

“Nah sekarang saya sudah berjalan 4 tahun ini, saya ngga mau bantah (tuduhan) itu, saya mau terusin aja, tolong dibuktikan dong sudah 4 tahun ni. Di mana letak tidak menghargainya minoritas. Di mana contoh saya tidak toleran. Ada ngga? kalau nggak ada, batalin itu tuduhan,” sambung Anies.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Berita Nasional Terbaru