free hit counters
 

Rusia Dituding Racuni Warga Chechnya dengan Senjata Kimia Melalui Sumur Air

M. Lili Nur Aulia – Senin, 24 Zulqa'dah 1426 H / 26 Desember 2005 12:58 WIB

Sejumlah anggota Parlemen Chechnya dengan sumber-sumber dari kedokteran  Chechnya, menyimpulkan pemerintah Rusia telah menggunanan senjata kimia  untuk meracuni anak-anak mereka. Upaya peracunan itu dilakukan dalam  rangka pembunuhan etnik dan telah mengorbankan puluhan anak-anak Chechnya menderita penyakit aneh.

Umar Khambiyev, menteri kesehatan pemerintah Chechnya,  mengatakan, “Pimpinan Rusia telah mengatur upaya secara sempurna termasuk  menggunakan anasir kimia untuk menekan angka penduduk Chechnya.” Parlemen  Chechnya yang baru terpilih beberapa waktu lalu juga mengangkat  pembicaraan tema ini di dalam forum parlemen. Wakil dari Chechnya Lieche  Omasyayev mengatakan, “Selama lima tahun terakhir, masyarakat Chechnya  digunakan sebagai laboratorium eksperimen penggunaan macam-macam senjata.  Dan apa yang dialami anak-anak Chechnya sekarang adalah efek dari  aktifitas yang dilakukan terus menerus oleh militer Chechnya.”

Sementara kepala Komisi Kesehatan di parlemen Chechnya, Saed Yakhakhodjiv mengatakan, “Harus dilakukan penelitian serius untuk meneliti masalah ini.” Ia juga menyampaikan bahwa anak-anak Chechnya sejak beberapa pekan terakhir menderita penyakit aneh, termasuk kemunculan histeria, susah  bernafas, muntah-muntah, dan batuk parah, dan diduga semuanya termasuk bagian dari pengaruh senjata kimia.

Sementara sejumlah sumber medis yang perkataannya dilansir Reuters, menyebutkan bahwa kemungkinan besar sarana penyebaran racun itu melalui air. “Salah satu sumber yang paling mungkin digunakan adalah melalui media  air. Beberapa waktu lalu sejumlah tenaga medis melakukan penelitian  terhadap darah beberapa wanita Chechnya yang terkena sakit di wilayah  Utara. Mereka umumnya bergantung pada sumur-sumur air untuk memperoleh  air. Dan kemungkinan besar peracunan itu dilakukan melalui air sumur.”

Pemerintah Rusia sendiri menampik tuduhan itu. Mereka mengatakan wabah  penyakit itu adalah efek terjadinya peperangan selama sebelas tahun terakhir di Chechnya. (na-str/iol)

Dunia Islam Terbaru